Pengalaman Saya Membaca Skripsi di Perpustakaan STISIPOL Candradimuka
Tidak terasa kurang lebih hampir satu tahun saya selaku salah satu mahasiswi STISIPOL Candradimuka Palembang merasakan kegiatan belajar mengajar tanpa tatap muka dikarenakan efek Pandemi yang berlangsung ini. Bosan dan kurang nya materi yang saya dapati itu cukup terasa untuk saya pribadi dan teman-teman mahasiwa yang lain.
Hari ini, saya berkunjung ke Perpustakaan yang ada di kampus saya. Berkunjung ke perpustakaan adalah hal yang sangat jarang saya lakukan, ini mungkin yang ketiga kalinya saya berkunjung ke perpustakaan selama saya menempuh pendidikan di STISIPOL Candradimuka sehingga membuat saya sedikit kebingungan dengan apa yang harus saya lakukan terlebih dahulu. Sesuai dengan judul saya pada hari ini, saya akan bercerita sedikit pengalaman saya berkunjung ke perpustakaan.
Sesuai dengan semester yang sedang saya tempuh yaitu semester 6, saya berinisiatif untuk mempelajari Skripsi buatan mahasiswa STISIPOL Candradimuka terlebih dahulu untuk menambah wawasan serta referensi saya sendiri untuk menghadapi skripsi dimasa yang akan datang.
Perpustakaan STISIPOL Candradimuka Palembang berada di lantai 2 gedung depan kampus yang berfasilitaskan cukup lengkap yaitu ada meja belajar, beberapa perangkat komputer, WIFI serta ruangan ber AC. Setiba nya di depan perpustakaan kalian akan disambut oleh petugas yang menjaga perpustakaan. Kalian wajib membuka sepatu, menitipkan tas kalian di dalam loker yang telah disediakan, dan mengisi buku daftar hadir. Setelah itu, untuk kalian yang ingin meminjam buku disana kalian wajib membuat kartu perpustakaan.
Kartu berwarnakan kuning ini merupakan kartu wajib yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa. Untuk pembuatan nya sangat murah dan gampang, cukup siapkan uang Rp. 5.000 untuk administrasi serta pas poto 2x3 1 lembar. Kartu ini selesai memakan waktu yang sebentar, sekitar 30 menit kalau petugas yang mencetak nya ada ditempat.
Setelah saya mencetak kartu perpustakaan, mulai lah saya memilih Skripsi yang akan saya pelajari sesuai dengan jurusan saya yaitu Ilmu Komunikasi. Ciri khas dari cover skripsi jurusan saya adalah berwana biru sehingga sanngat mudah untuk dikenali.
Disini saya mengambil skripsi dengan studi kasus Strategi Komunikasi yang berjudul “ Strategi Komunikasi Pelaku Usaha Mitra Florist Dalam Menjaga Eksistensi Bisinis Bunga Papan di kota Palembang” karya Pujiyani tahun 2019 dibawah bimbingan dari Ibu Marleni, M. Ikom dan Ibu Femi Asteriniah, S.Sos, M.Si. kenapa saya megambil skripsi ini untuk jadi bahan referensi saya karena Saya sangat tertarik dengan bahasan Strategi Komunikasi terutama untuk pelaku bisnis. Skripsi ini berjumlahkan 69 lembar, Jumlah yang lumayan sedikit untuk sekelas karya ilmiah skripsi. Akan tetapi perputakaan ini tidak mengizinkan meminjami skripsi untuk dibawa pulang jadi cukup dibaca dan dipahami ditempat. Karna di perpustakaan ini tidak hanya ada fasilitas buku melainkan memiliki beberapa unit komputer didalamnya sehingga untuk kalian bisa mencari beberapa data dan bisa mengambil bentuk soft file nya.
Hal-hal yang paling penting kalian jaga pada saat di dalam perpustakaan adalah jangan berisik, karena ini akan mengganggu teman teman yang sedang belajar di dalam perpustakaan. Dan tidak boleh makan karena akan dapat mengotori perpustakaan apalagi menaruh buku tidak pada tempatnya.
Tidak terasa saya berada didalam perpustaakan itu kurang lebih 3 jam, waktu yang reatif singkat untuk menambah ilmu serta wawasan. Saya mendokumentasikan beberapa data yang penting pada skripsi untuk saya jadikan referensi saya pibadi dalam mengerjakan skripsi nanti. Setelah itu saya mengembalikan skripsi yang sudah saya baca kembali ketempat semula dan berpamitan kepada petugas perpustakaan serta mengambil kembali tas yang saya letakan di loker peminjaman.
Sekian cerita tentang pengalaman saya pada saat saya membaca skripsi di perpustakaan kampus agar menjadi acuan kalian untuk sering berkunjung kesana. Jadi, untuk kalian yang belum pernah berkunjung ke perpustakaan gunakan waktu luangmu untuk berkunjung karena perpustakaan tidak membosankan seperti yang dibayangkan.



Komentar